Senin, 24 November 2014

Teman-teman dari Teknik Elektro angkatan 2011 dan 2012 saat praktikum sistem telekomunikasi microwave.

semangat broo trackingnya... :D he he he





Minggu, 21 September 2014










Jumat, 19 September 2014


STTQ, Workshop Skill Dasar Arduino ini diselenggarakan untuk memberi pelatihan atau pelajaran untuk teman-teman mahasiswa angkatan 2014 untuk mengenalkan microcontroller arduino. melihat simpati teman-teman yang sangat antusias akhirnya kita membuka pendaftaran peserta untuk semua prodi yang ada. tidak terbatas teknik elektro saja tapi semua prodi bisa bergabung. acara ini diselenggarakan pada tanggal 15-16 Spetember 2014 di LAB. Teknik Elektro STTQ. 

Dan alhamdulillah acara ini dapat diselenggarakan dengan lancar dan para peserta juga senang dengan workshop ini karena mereka mengenal hal baru tentang microkontroller arduino ini, khususnya teman-teman dari prodi selain elektro.

dokumentasi workshop skill arduino:





Minggu, 14 September 2014

Kegiatan PK2MABA STTQ GRESIK yang di selenggarakan  oleh panitia ospek dalam rangka menyambut para mahsiswa baru 2014. kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kehidupan kampus kepada para mahasiwa baru agar mereka siap mengahadapi kehidupan kampus yang sesungguhnya sebagai seorang mahsiswa. acara ini di selenggarakan pada tanggal 7-10 September 2014, dengan usainya kegiatan ini para mahasiswa baru resmi menjadi bagian dari STTQ.



"KAMI ATAS NAMA TEKNIK ELEKTRO STTQ MENGUCAPKAN SELAMAT DAN SUSKSES ATAS TERSELENGGARANYA PK2MABA STTQ GRESIK TAHUN 2014"


SELAMAT DATANG KAWAN DI STTQ GRESIK.....!!!!




Sabtu, 13 September 2014

Gambar 1.1 Percobaan Robot Tank Rover


Gambar 1.2 Si Unyil Berkunjung di Lab. Elektro


Gambar 1.3 Praktikum Di Lab. Elektro

Minggu, 07 September 2014


Mahasiswa STTQ Gresik ciptakan sakelar listrik dari handphone

Merdeka.com – Min, 20 Jul 2014
MERDEKA.COM. Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Sekolah Tinggi Teknik Qomaruddin (STTQ) Bungah, Gresik, yakni Ahmad Nurfi Nuryadi, menciptakan alat mematikan saluran listrik di rumah dari jarak jauh melalui handphone (HP).

"Jika kita bepergian atau mudik, tetapi lupa mematikan lampu atau listrik di rumah yang masih menyala, maka tidak perlu repot-repot pulang kembali ke rumah untuk sekadar mematikannya," kata Ahmad Nurfi Nuryadi seperti dikutip dari Antara, Minggu (20/7).

Dalam tugas akhir/skripsi karyanya, ia menciptakan alat untuk menyalakan dan mematikan peralatan listrik (lampu, AC, kipas angin, dan lainnya) secara jarak jauh dengan menggunakan jaringan internet dari komputer atau gadget di manapun berada.

"Dengan menggunakan pengendali mikro (microcontroler) Arduino jenis Mega 2560 yang disambungkan dengan akses internet dan sakelar relay dari rangkaian instalasi listrik di rumah kita, maka hal itu bisa terwujud," katanya.

Dalam dunia elektro, microcontroler adalah sebuah 'integreted circuit' (IC) yang fungsi utamanya sebagai pengendali dari sinyal masukan ke pengeluaran yang dapat diprogram menggunakan bahasa pemrograman komputer.

"Salah satu jenis microcontroler yang cukup populer saat ini adalah Arduino. Arduino adalah kit elektronik microcontroler yang berbasis open source yang awalnya ditemukan di Italia dan saat ini dibuat oleh perusahaan elektronik Atmell," katanya.

Tentang cara kerja alat ciptaannya, ia menjelaskan cara kerjanya cukup sederhana yaitu perintah pengendalian dilakukan dari komputer atau HP yang terhubung dengan internet dengan mengakses alamat domain yang sudah ditentukan.

Selanjutnya, lakukan 'login', maka di layar HP atau komputer akan terlihat opsi mana peralatan listrik yang akan dihidupkan atau dimatikan.

"Di rumah, akses internet dari sebuah router yang terhubung dengan ethernet Shield memberikan sinyal kepada Arduino mega untuk mengendalikan modul relay untuk menghubungkan atau memutuskan aliran listrik ke beban listrik atau peralatan listrik yang dimaksud. Jadi relay berfungsi sebagai saklarnya," katanya.

Ditanya kelemahan alat ciptaannya itu, Nurfi menjawab kelemahan alat itu terutama jika listrik di rumah mati atau jaringan internet di rumah sedang trouble, maka sistem ini sulit mengidentifikasi.

"Karena itu, alat yang saya ciptakan itu harus dikembangkan lebih jauh untuk mengatasi kelemahan itu," kata Nurfi yang mengaku hanya berinvestasi Rp1,5 juta untuk membuat alat itu.

Menurut salah satu dosen pembimbing tugas akhir (TA) itu, Yusuf Amrozi ST MT, temuan itu merupakan salah satu hasil karya mahasiswa STTQ Gresik yang sangat bermanfaat untuk dipasang pada instalasi rumah tangga ataupun perkantoran.

"STTQ yang mempunyai prodi Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Industri dan Teknik Informatika sebenarnya sudah beberapa kali menghasilkan temuan menarik, baik karya mahasiswa maupun dosen," katanya.

Ia menyebut sejumlah contoh, di antaranya sistem pakar identifikasi darah haid atau istihadah, mesin pencacah keripik pisang serta temuan lain.

di kutip dari :
 https://id.berita.yahoo.com/mahasiswa-sttq-gresik-ciptakan-sakelar-listrik-dari-handphone-053100054.html